Mengapa Bitcoin Cash Diciptakan dan Apa Kelebihannya?

Bitcoin (BTC) menjadi semakin populer, namun waktu yang dibutuhkan untuk memproses transaksi BTC menjadi semakin lama. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi BTC juga menjadi semakin mahal untuk pihak pengirim.

Untuk meningkatkan sistem transaksi BTC, maka dibuatlah Bitcoin Cash (BCH)! Sistem ini sepertinya sudah bekerja dengan baik sejauh ini. BCH adalah top 5 cryptocurrency di dunia, biarpun baru diluncurkan pada Agustus 2017!

Mungkin kamu masih bertanya-tanya, apa itu Bitcoin Cash sebenarnya? Semuanya akan dibahas dalam artikel ini!

Bitcoin

Artikel ini akan menjelaskan segala sesuatu yang perlu kamu ketahui tentang BCH. Kami akan menjelaskan kenapa BCH diciptakan dan apa itu sebenarnya BCH.

Setelah memahami konsep dasarnya, kami akan menjelaskan bagaimana cara mendapatkan Bitcoin Cash. Lebih lanjut lagi, bagi kalian yang merasa menginginkan sesuatu yang lebih menantang, kami akan mengajarkan bagaimana cara “menambang” BCH!

Jadi, apalagi yang ditunggu, ayo cari tahu apa itu Bitcoin Cash dan seperti apa sejarahnya!

Apa itu Bitcoin Cash: Dari mana asalnya BCH?

Semuanya dimulai dari pro dan kontra soal bagaimana cara meningkatkan teknologi Bitcoin.

Salah satu masalah soal Bitcoin adalah, jika semakin banyak orang yang menggunakan BTC, maka jaringannya akan menjadi semakin lambat dan berat untuk memproses sebuah transaksi. Itu berarti biaya transaksi juga menjadi semakin mahal!

Pecinta BTC paham mengapa hal ini menjadi masalah besar, khususnya karena sekarang BTC menjadi semakin populer. Untuk mencari solusi, para pengembang mengajukan dua konsep ide yang berbeda.

Konsep 1: Mengubah Format dari Tiap Blok

Berikut ini adalah sebuah contoh: Coba bayangkan kamu sedang menulis setiap transaksi BTCmu dalam selembar kertas. Pertama-tama, kamu harus mencantumkan alamat wallet dari pengirim dan penerima. Lalu kamu juga harus mencantumkan semacam tanda tanganmu dalam setiap transaksi. Coba pikir, tiap detail ini akan memakan banyak tempat dalam kertasmu!

Maka dari itu, sebuah grup pengembang BTC mengajukan ide untuk memisahkan satu lembar kertas tersebut menjadi dua. Satu lembar kertas digunakan untuk menulis alamat dari pengirim dan penerima, sementara kertas yang lain digunakan untuk mencantumkan tanda tangan.

Jika kertas tersebut dapat dibagi, maka proses transaksi dapat menjadi lebih cepat!

Konsep 2: Memperbesar ukuran Blok

Sementara itu sebuah grup yang lain mengkritik bahwa ide di atas adalah sebuah ide yang buruk. Kenapa? Biarpun mengubah format dari tiap blok akan meningkatkan kecepatan transaksi secara teknis, solusi tersebut hanyalah bersifat sementara. Jadi, jika jaringan BTC menjadi semakin populer, maka kita akan membutuhkan upgrade lainnya.

Mereka mengajukan ide bahwa cara terbaik untuk mengatasi masalah kecepatan transaksi BTC adalah dengan memperbesar ukuran blok.

Dengan menggunakan contoh nyata di atas, sekarang bayangkan jika kertas yang tadi kamu pegang itu panjangnya 10mm. Itulah ukuran sebenarnya dari blok BTC. (Dalam konteks Bitcoin, ukuran ini sama dengan 1MB). Dengan asumsi konsep kedua ini, jika kita memperbesar ukuran dari blok BTC, maka akan ada lebih banyak transaksi yang dapat dilakukan.

Jadi mereka berasumsi untuk memperbesar ukuran blok dua kali lipat, atau menjadikannya 20mm! (atau 2MB). Itu berarti, kita juga dapat memperbesar ukuran blok BTC sebanyak 8 kali lipat jika memang harus nantinya.

Argumen utama mereka adalah, Bitcoin membutuhkan ukuran blok yang lebih besar jika BTC menjadi sistem pembayaran sehari-hari. Jika tidak, kegunaan Bitcoin hanya akan menjadi semacam perdagangan emas ketimbang sebuah mata uang yang bisa digunakan untuk transaksi!

Konsep mana yang lebih populer?

Dalam kasus Bitcoin, kita tidak dapat mengubah sistem jika banyak orang yang tidak bersepakat. Jadi untuk memilih konsep mana yang akan dijalankan, orang-orang melakukan voting! Bisakah kamu tebak konsep mana yang menang? Ya, Konsep nomor satu!

Konsep nomor satu mendapatkan voting 97%! Hanya saja agar Bitcoin Blockchain dapat diubah, maka keseluruhan sistem harus menjalani yang namanya Soft Fork.

Tentu saja orang-orang yang memilih konsep nomor dua tidaklah senang dengan keputusan yang dicapai. Jadi mereka melakukan yang namanya Hard Fork untuk membuat Bitcoin Cash!

BACA JUGA: Kemenangan Bitcoin Sebagai Penyimpan Nilai Di Tengah Krisis Corona

Catatan: Yang dimaksud dengan Fork adalah perubahan yang dibuat pada desain Blockchain. Ketika terjadi Soft Fork, itu berarti ada sejumlah peraturan tertentu yang berubah.

Tentu saja blok baru yang diubah tetap dapat dikenali oleh Software Orisinil. Sementara itu, dalam Hard Fork, blok baru yang tercipta akan beroperasi dalam blockchain yang berbeda. Bitcoin Cash adalah hasil dari sistem baru yang diciptakan ini!

Sekarang kamu sudah tahu kisah dibalik Bitcoin Cash, selanjutnya kita akan membahas, “apa itu Bitcoin Cash?”

Apa itu Bitcoin Cash: Apa yang dapat dilakukan BCH?

Bitcoin Cash adalah cryptocurrency yang diluncurkan secara ofisial pada Agustus 2017. Teknologi ini sangat serupa dengan Bitcoin dengan jumlah koin yang sama, yaitu 21 juta.

Siapapun yang memiliki Bitcoin pada hari Bitcoin Cash diluncurkan akan secara otomatis menerima Bitcoin Cash gratis! Orang-orang beruntung ini mendapatkan Bitcoin Cash pada rasio 1:1 sesuai dengan Bitcoin yang mereka miliki.

Ya, itu benar! Jadi jika kamu punya 1 Bitcoin pada saat Bitcoin Cash diluncurkan, maka pada saat bersamaan kamu juga mendapatkan 1 Bitcoin Cash.

Tujuan utama dari kegunaan Bitcoin Cash adalah untuk digunakan dalam sistem pembayaran. Itu berarti, sama seperti Bitcoin orisinil, orang-orang tetap dapat mengirim dan menerima uang.

Hanya saja, Bitcoin Cash adalah teknologi baru memungkinkan orang-orang untuk melakukan transaksi yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah!

Banyak orang mengira bahwa orang-orang yang mendapatkan Bitcoin Cash akan segera menjual BCH mereka. Tapi ternyata tidak. Sejak diluncurkan dari Agustus 2017, Bitcoin Cash memiliki performa sistem yang baik.

Karena BCH sendiri masih berusia muda, tidak banyak penjual yang menerimanya sebagai sistem pembayaran, apalagi jika dibandingkan dengan BTC.

Hanya saja, BCH telah menjadi semakin dan semakin populer sehingga mulai banyak penjual yang menerimanya sebagai alat pembayaran.

Ada sebuah situs keren bernama AcceptBitcoinCash yang menunjukkan daftar penjual yang menerima BCH.

Dalam daftar tersebut ada nama-nama tempat akomodasi, musik, kasino, parfum, produk olahraga, baju dan lain sebagainya! Coba tebak? Jika kamu tinggal di Afrika Selatan, maka kamu dapat membayar bantuan hukum dengan BCH!

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Vaksin COVID-19 Dapat Ditemukan Lewat Blockchain

Duniablockchain.com - Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia sedang berlomba-lomba untuk menemukan vaksin COVID-19. Berbagai teknologi...

Blockcain Dapat Atasi Krisis Akibat COVID-19

Duniablockchain.com - Krisis akibat COVID-19 sangat nyata dialami banyak negara di dunia. Pandemi COVID-19 telah berdampak bagi...

Bagaimana Teknologi Blockchain Memengaruhi Industri Perbankan?

teknologi blockchainDuniablockchain.com - Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital berisikan catatan yang terhubung melalui kriptografi. Teknologi blockchain kini telah dimanfaatkan oleh berbagai...

Mengapa Bitcoin Cash Diciptakan dan Apa Kelebihannya?

Bitcoin (BTC) menjadi semakin populer, namun waktu yang dibutuhkan untuk memproses transaksi BTC menjadi semakin lama. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi...

Apa itu Ethereum? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Duniablockchain.com - Mengapa Ethereum menjadi cryptocurrency kedua paling populer setelah Bitcoin? Pada dasarnya Bitcoin merevolusi industri pembayaran, namun Ethereum memiliki motif yang...