Blockcain Dapat Atasi Krisis Akibat COVID-19

blockchain dapat membantu krisis dan pemulihan COVID-19

Duniablockchain.com – Krisis akibat COVID-19 sangat nyata dialami banyak negara di dunia. Pandemi COVID-19 telah berdampak bagi hampir semua bisnis yang ada di dunia, meskipun begitu efek yang dihasilkan belum serentak. Sementara kekacauan akibat COVID-19 memberikan tantangan bagi industri blockchain dalam jangka pendek.

Namun, hal tersebut juga akan membuka peluang baru di jangka menengah dan panjang. Dengan memberikan bantuan dalam atasi krisis akibat COVID-19, blockchain dapat memainkan peran penting dalam mempercepat inisiatif transformasi digital pasca-krisis. Terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi sorotan utama dalam sistem yang ada saat ini.

Keberadaan pandemi corona dan kemudian kebijakan lockdown yang mulai diberlakukan beberapa negara, telah berdampak negatif pada banyak industri dan diperkirakan selanjutnya akan terjadi kemerosotan yang signifikan dalam pengeluaran-pembelanjaan di bidang teknologi, termasuk di dalamnya teknologi blockchain.

BACA JUGA: Kemenangan Bitcoin Sebagai Penyimpan Nilai Di Tengah Krisis Corona

Sebelum pandemi ini ada, IDC’s Worldwide Blockchain Spending Guide telah memperkirakan pengeluaran blockchain di Eropa mencapai 1,4 miliar dollar AS pada tahun 2020 dan akan bertumbuh dengan baik sampai 58% berdasarkan laju pertumbuhan majemuk tahunan/Compound Annual Growth Rate (CAGR) hingga tahun 2023.

Kini, setelah adanya pandemi ini, IDC mengharapkan adanya beberapa perubahan dalam pengeluaran blockchain  di tahun 2020. Solusi Blockchain akan mengalami sedikit kemerosotan, dengan angka pengeluaran mengalami penurunan di tahun 2020, yaitu sekitar 8% dari perkiraan sebelumnya.

Namun demikian, ada beberapa harapan di mana blockchain digunakan untuk melawan-menghadapi efek dari COVID-19 dan membantu dalam proses pemulihan.

Beberapa kasus penggunanan inovatif berikut ini dapat menunjukkan manfaat blockchain pada khalayak yang lebih luas untuk atasi krisis akibat COVID-19

Manajemen Rantai Pasokan

Krisis akibat COVID-19 telah menyebabkan gangguan yang besar di seluruh rantai pasokan global. Dua faktor secara bersamaan memainkan peran yang sangat merusak. Banyak pabrik tutup karena masalah keamanan dan ada permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk barang-barang tertentu, terutama pasokan medis. 

Permintaan yang tinggi ini memaksa banyak pengguna untuk mencari pasokan tanpa mengetahui asal atau kualitasnya. Rantai pasokan lama membuat pemasok sulit untuk memperkirakan dan merancanakan pasokan yang sesuai.

Blockchain sangat cocok untuk rantai pasokan karena dapat menghubungkan semua pemangku kepentingan dalam rantai pasokan dan memberikan satu sumber kebenaran. Ini memberikan transparansi dan sanggup memecahkan data silos, kumpulan informasi dalam sebuah organisasi yang terisolasi dari dan tidak dapat diakses oleh bagian lain dari organisasi, sekaligus dapat menjamin keamanan.

Inilah sebabnya mengapa banyak solusi blockchain digunakan setelah munculnya pandemi COVID-19 dalam manajemen rantai pasokan.

  • Penyedia solusi blockchain, TYMLEZ, menawarkan layanannya kepada pemerintah Belanda dan akan menggunakan solusi berbasis blockchain yang akan sesuai dengan penawaran dan permintaan dalam lingkup produk medis.
  • Media pembayaran mobile dan online Alipay telah menciptakan solusi berbasis blockchain yang mana akan membantu organisasi-badan amal berkolaborasi secara lebih efisien dan transparan. 

Salah satu fiturnya adalah melacak donasi pasokan bantuan dan membantu mengalokasikannya dengan lebih efisien.

Contact Tracing

Dalam masa-masa sulit ini, keseimbangan yang tepat harus dicapai antara pengumpulan data dan perlindungan privasi. Blockchain dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menyusun data pasien secara lebih efisien, memantau pergerakan pasien untuk menjamin adanya pembatasan jarak, dan sekaligus melindungi identitas mereka.

Di dalam blockchain tidak ada otoritas pusat, malahan penggunanya diberikan kontrol penuh-kendali atas data pribadi mereka. Sehingga, mereka dapat secara selektif berbagi informasi yang penting untuk upaya mitigasi virus corona, sambil tetap melindungi identitas mereka dan informasi penting lainnya.

  • Tim pakar privasi di seluruh Eropa telah mengusulkan sistem berbasis blockchain untuk melakukan pelacakan orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif COVID-19 menggunakan Bluetooth. Solusi ini akan menggunakan sistem pelacakan kedekatan pelestarian privasi – DP-PPAT (Decentralized privacy – preserving proximity tracing), sebuah protokol yang dirancang oleh sejumlah lembaga penelitian di Eropa, untuk memastikan privasi pengguna dan menghindari penyalahgunaan data.
  • Peningkatan teknologi Jerman, MYNXG, telah menciptakan solusi berbasis blockchain yang memungkinkan pelacakan melalui ponsel, sementara tetap menjamin privasi pengguna. Pemerintah dan organisasi layanan kesehatan dapat memperoleh informasi yang berguna melalui pelacakan virus corona ini, sementara pengguna ponsel dapat yakin bahwa informasi pribadi mereka tidak akan disebarluaskan.
  • Genobank, biobank yang terdesentralisasi untuk penyimpanan biodata, sedang membangun sebuah aplikasi menggubakan media blockchain Telos yang memungkinkan orang memperoleh tes tanpa perlu memberikan identitas – anonim dan mengirimkan informasi tersebut ke organisasi terkait.

Bantuan dan Asuransi Bencana

Pelaksanaan kebijakan lockdown oleh pemerintah di seluruh dunia telah menelan banyak korban pada sektor bisnis. Sebagian besar toko offline telah tutup. Ini mengakibatkan permintaan terhadap semua jenis barang telah anjlok, kecuali barang yang paling dibutuhkan di saat-saat ini, seperti kebutuhan akan perlengkapan medis meningkat.

Dalam masa kesulitan keuangan ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemerosotan ekonomi yang dalam. Memberikan pinjaman dan jenis pemberian bantuan keuangan lainnya merupakan suatu cara  untuk mempertahankan banyak bisnis.

Blockchain digunakan dalam industri pinjaman dan asuransi untuk menyederhanakan dan mempersingkat proses aplikasi dan persetujuan yang rumit. Dengan menghapus perantara pihak ketiga dan penundaan yang sering terjadi dalam pemrosesan pinjaman.

Manfaat penggunaan blockchain ini termasuk dalam hal waktu pemrosesan yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, pengurangan risiko operasional, serta penyelesaian yang cepat untuk semua pihak yang terlibat.

  • Sejak akhir Januari, Tiongkok telah menyalurkan pinjaman lebih dari 200 juta dolar AS kepada 87 bisnis menggunakan media keuangan blockchain percontohan lintas-batas. Henry Ma, CIO di pemberi pinjaman online WeBank, mengatakan, ”Media layanan blockchain lintas –batas dapat memainkan peran yang lebih besar, dan membantu perusahaan menengah dan kecil meningkatkan efisiensi dan kenyamanan mendapatkan pembiayaan perdagangan ekspor serta dukungan kredit keuangan lainnya.”
  • Keberadaan media blockchain yang saling membantu, Xiang Hu Bao (bagian dari Alipays), telah melakukan pembayaran kepada anggota yang terinfeksi virus corona. Pemrosesan dokumen dan pembayaran dilakukan lebih cepat dan semua pihak dapat mengamati seluruh proses yang terjadi.

Peluang yang Terlewatkan?

Dalam hal politik, terutama dalam proses pemilihan umum dan pemungutan suara, juga mulai terganggu karena kehadiran pandemi ini. Proses politik tradisional menempatkan politisi, pemilih, dan semua yang terlibat ada dalam layanan terkait yang berisiko.

Primer Wisconsin Demokrat baru-baru ini di AS dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi seluler pemungutan suara blockchain yang aman. Walaupun ketika bukti konsep ada, tapi tidak ada solusi kuat dari perusahaan terkemuka yang muncul dari banyak pengujian dan uji coba.

Negara-negara kecil telah membuat kemajuan lebih cepat. Estonia tetap menjadi contoh utama untuk pemilihan elektronik di Eropa, tetapi bahkan sistem ini telah dikritik karena metode otentikasi identitasnya. Negara-negara yang lebih besar seperti Jerman, Finlandia, Irlandia, dan Belanda telah menjalankan uji coba tetapi kemudian meninggalkannya. 

Teknologi Blockchain dapat meringankan banyak masalah keamanan yang telah mengganggu upaya e-voting sebelumnya. Namun, rintangan terbesar tetap adalah skeptisisme masyarakat umum dan ketidakpercayaan dalam memilih menggunakan teknologi digital.

Kesimpulannya

Teknologi blockchain menawarkan potensi besar dalam banyak keadaan yang mungkin terjadi akibat terkena dampak COVID, terutama dalam rantai pasokan.

Mengingat manfaatnya dalam hal keandalan rantai pasokan, transparansi di berbagai kasus penggunaan, dan pelacakan barang, bagaimanapun, investasi blockchain diharapkan pulih setelah pandemi mereda.

Proses pemulihan akan di dukung oleh lingkup blockchain Eropa. Dengan para pemain terbesar di pasar bekerjasama dengan perusahaan kecil yang inovatif

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Vaksin COVID-19 Dapat Ditemukan Lewat Blockchain

Duniablockchain.com - Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia sedang berlomba-lomba untuk menemukan vaksin COVID-19. Berbagai teknologi...

Blockcain Dapat Atasi Krisis Akibat COVID-19

Duniablockchain.com - Krisis akibat COVID-19 sangat nyata dialami banyak negara di dunia. Pandemi COVID-19 telah berdampak bagi...

Bagaimana Teknologi Blockchain Memengaruhi Industri Perbankan?

teknologi blockchainDuniablockchain.com - Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital berisikan catatan yang terhubung melalui kriptografi. Teknologi blockchain kini telah dimanfaatkan oleh berbagai...

Mengapa Bitcoin Cash Diciptakan dan Apa Kelebihannya?

Bitcoin (BTC) menjadi semakin populer, namun waktu yang dibutuhkan untuk memproses transaksi BTC menjadi semakin lama. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi...

Apa itu Ethereum? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Duniablockchain.com - Mengapa Ethereum menjadi cryptocurrency kedua paling populer setelah Bitcoin? Pada dasarnya Bitcoin merevolusi industri pembayaran, namun Ethereum memiliki motif yang...